PORTALBOGOR.COM, KARAWANG — Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Greenery Inc. Korea resmi meluncurkan proyek riset dan pengembangan bioenergi berbasis residu pertanian melalui seminar di Saan Mustopa Center, Karawang pada Selasa, 22 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata kolaborasi lintas negara dalam mendukung transisi energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Proyek ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian, terutama jerami padi, untuk dikonversi menjadi pelet energi (solid fuel) yang ramah lingkungan.
Selain menjadi sumber energi alternatif, inovasi ini juga dinilai mampu menekan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor pertanian yang selama ini berkontribusi signifikan terhadap total emisi nasional.
Menurut perencanaan, pengelolaan air sawah berbasis data waktu nyata (real-time) dan pemanfaatan biomassa pertanian akan diintegrasikan secara sistematis.
Melalui pendekatan ini, proyek bioenergi tersebut diproyeksikan mampu mengurangi hingga 530.000 ton emisi CO₂ ekuivalen dalam 10 tahun mendatang, menjadikannya sebagai salah satu inisiatif pertanian rendah karbon pertama dari Korea yang diterapkan di Indonesia.
Selain dampak ekologis, program ini juga diharapkan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
Model ekonomi sirkular berbasis residu pertanian akan mendorong peningkatan pendapatan petani, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal di wilayah pertanian utama seperti Karawang.
Rektor UICI, Prof. Laode M. Kamaluddin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan inovasi berkelanjutan di bidang pertanian dan energi.