PORTAL BOGOR, Menjelang tahun baru hijriyah, kita masih dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan yang seolah tidak ada hentinya. Dari mulai problematika individu hingga negara, dari mulai nasional hingga internasional. 

Menteri PPPA mencatat 12 ribu anak mengalami kekerasan. Dan dari 12 ribu kasus tersebut paling banyak terjadi adalah kekerasan seksual, dan kebanyakan terjadi dalam lingkungan rumah tangga (news.detik.com 17/6/2025).

Selain itu, tawuran yang seringkali menjerat remaja juga masih marak terjadi, bahkan sampai memakan korban jiwa (liputan6.com 25/6/2025). Belum lagi harga sembako yang tidak stabil, bahkan cenderung selalu mengalami kenaikan (radarbogor.jawapos.com 20/6/2025) membuat masyarakat semakin berada dalam tekanan. 

Dalam dunia internasional kita dihadapkan pada kondisi umat yang masih jauh dari kata baik. Bagaimana muslim di Palestina masih dalam kondisi terjajah.

Serangan yang dilakukan Israel masih terus berlanjut hingga menimbulkan semakin banyak syuhada (kompastv.com 24/6/2025). Belum lagi kita melihat bagaimana umat muslim di negara-negara lain yang masih dalam kondisi penindasan dan diskriminasi. 

Itulah beberapa problematika yang hari ini menjadi kegundahan dan kegelisahan umat. Umat dihadapkan pada kondisi tidak menentu dengan berbagai macam tekanan. 

Melihat kondisi semacam ini rasanya predikat umat terbaik yang Allah sematkan bagi umat muslim masih sangat jauh (QS. 20:124). Kondisi umat muslim semakin berada dalam keterpurukan. Umat dihadapkan pada ketidakpastian karena jauh dari syariat Islam. 

Berkaca dari sejarah, bahwa tahun baru adalah langkah awal hijrah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam menuju kehidupan Islam yang lebih baik dengan tegaknya kepemimpinan Islam dan diterapkannya syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Sebuah langkah awal menjadikan Islam sebagai negara adidaya dan menjadikan umat Islam umat yang mulia. 

Maka tahun baru adalah ajang kontemplasi, bagaimana kemuliaan umat muslim yang hari ini terenggut bisa diraih kembali. Karena pada dasarnya sumber dari hilangnya kemuliaan umat hari ini adalah terjeratnya umat muslim pada sistem kapitalisme. Sistem yang menghendaki sekularisme dan pemuja liberalisme. Sistem ini menghendaki akal sebagai penentu kebenaran.