PORTAL BOGOR, Pada tahun ajaran ini -2025/2026, Sekolah Rakyat mulai beroperasi di 63 titik seluruh Indonesia. Sebagian besar masih memakai gedung yang sudah ada, dan sebagian lainnya mulai merencanakan pembangunan gedung sekolah baru.
Dikutip dari kompas.com (21/7) Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) mengatakan bahwa Sekolah Rakyat bisa memutus rantai kemiskinan dan memperbaiki kondisi hidup.
Terutama sekolah ini hadir dengan tiga prinsip, memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.
Sementara itu, Gus Ipul, selaku Menteri Sosial (Mensos) menekankan kedisiplinan bagi para siswa Sekolah Rakyat sebagai kunci dari sebuah kesuksesan (news.detik.com 21/7/2025).
Hal ini didukung dengan peraturan asrama sebagai lamgkah pembentukan karakter bagi para siswa.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang langsung digagas oleh Presiden Prabowo sebagai sebuah langkah mengentaskan kemiskinan antar generasi.
Program ini sendiri ditujukan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan secara merata.
Namun, apakah benar Sekolah Rakyat menjadi solusi kemiskinan? Pada faktanya hari ini kita disuguhkan dengan fenomena PHK yang marak dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan.
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) angka PHK di Jndonesia naik 32,19 persen selama Januari-Juni 2025, yakni sebanyak 42.385 pekerja. Dari data tahun sebelumnya yang tercatat 32.064 pekerja (kompas.com 26/7/2025).