PORTALBOGOR.COM, NANGGUNG – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB, Nurodin atau yang akrab disapa Jaro Peloy, mengecam keras sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor yang dinilai tidak serius memperjuangkan relokasi Puskesmas Curugbitung.
Padahal, Nurodin menilai bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan di Kecamatan Nanggung semakin mendesak.
Relokasi puskesmas yang awalnya akan dilakukan tahun ini kembali gagal terlaksana. Bahkan, anggarannya disebut telah dihapus dari APBD dengan alasan defisit fiskal.
Menurut Jaro Peloy, langkah Dinkes Kabupaten Bogor itu menunjukkan ketidakpekaan terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Nurodin menyoroti kondisi Puskesmas Curugbitung yang semakin tidak layak, padahal kunjungan pasien bisa mencapai 250 orang per hari.
“Dinas Kesehatan sangat tidak peka dengan kebutuhan sarana kesehatan yang tentu sangat menjadi daya dukung pelayanan kesehatan, padahal tercatat kunjungan pasien perhari mencapai 250 orang pada hari-hari tertentu. Sementara dengan ruangan Puskesmas yang sempit, jangankan untuk melayani pasien, untuk tenaga medis saja sangat berdesakan,” ungkapnya pada Rabu (11/6).
Diketahui, Puskesmas Curugbitung tidak hanya melayani warga Desa Curugbitung, tapi juga menjangkau Desa Malasari, Desa Cisarua, dan bahkan warga Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya yang datang dalam kondisi darurat.

Namun, rencana relokasi yang sudah diperjuangkan sejak 2020 hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, menurut Jaro Peloy, anggarannya telah disiapkan setiap tahun, namun selalu dialihkan oleh internal Dinkes Kabupaten Bogor.
“Sejak 2020 sudah kita perjuangkan di APBD dan setiap tahun anggaran itu selalu ada, hanya saja Dinas Kesehatan yang tidak mau merealisasikan sehingga setiap tahun di refocusing anggaran, dialihkan ke belanja lain di internal Dinas Kesehatan,” tuturnya.