PORTALBOGOR.COM - Seiring berjalannya kemajuan teknologi di era saat ini, digitalisasi berkembang dengan pesat melalui banyak akses gadget.
Aplikasi media sosial dalam gadget pun dapat diakses oleh manusia dari segala kalangan usia, baik generasi muda maupun generasi menua.
Dampak positif dari kemajuan teknologi banyak digaungkan masyarakat, namun dampak negatif seringkali terlupakan.
Pada awal tahun 2025, sekitar 143 juta orang di Indonesia menggunakan media sosial. Angka ini setara dengan 50,2% dari total populasi, menurut laporan DataReportal.
Platform paling populer meliputi Instagram (150 juta pengguna), TikTok (140 juta pengguna), dan Facebook (120 juta pengguna) kemudian mayoritas penggunanya adalah Generasi muda masa kini yaitu Genz.
Inilah mengapa globalisasi perkembangan teknologi sangat berdampak bagi gaya hidup yang ingin dianut remaja.
Menurut WHO (World Health Organization) setiap tahunnya, diperkirakan 21 juta anak perempuan berusia 15–19 tahun di negara-negara berkembang hamil dan sekitar 12 juta diantaranya melahirkan (1) .
Melihat dari data tersebut, menimbulkan stigma masyarakat terhadap maraknya kehamilan remaja yang semakin meningkat. Tidak sedikit juga yang menilai bahwa, salah satu penyebab meningkatnya kasus ini adalah penggunaan media sosial yang salah.
Kemudian remaja pun banyak yang belum memiliki kematangan emosional, sehingga ia terjerumus di dalam situasi pacaran virtual atau blind date virtual dan kurangnya pengetahuan mengenai pendidikan seksual sejak dini.