PORTALBOGOR.COM, NANGGUNG– Kondisi pelayanan kesehatan di Puskesmas Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali menuai sorotan tajam dari tokoh pemuda. 

Ketua PK KNPI Nanggung, Isep Firdaus, bersama Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi, mengecam keras keputusan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang kembali mencoret agenda relokasi pembangunan gedung Puskesmas Curugbitung.

Relokasi ini sebelumnya telah dianggarkan sejak 2021, namun hingga 2025 tak kunjung terealisasi. 

Situasi ini memperparah kondisi fasilitas kesehatan yang selama ini melayani warga di empat desa yakni Curugbitung, Cisarua, Bantarkaret, dan Malasari. 

Bahkan, warga dari Desa Kiarasari di Kecamatan Sukajaya pun turut mengandalkan layanan dari puskesmas tersebut.

"Padahal relokasi pembangunan gedung Puskesmas Curugbitung sudah teranggarkan sejak tahun 2021 bahkan sampai tahun 2024 terakhir ini. Tapi malah gagal lagi," ujar Isep Firdaus kepada wartawan usai rapat Bogorfest di Kecamatan Nanggung pada Rabu (12/6).

Isep menyoroti buruknya kualitas gedung yang dinilai jauh dari kata layak. Antrean pasien kerap membludak hingga ke luar bangunan dan area parkir yang semrawut.

Lebih parahnya, tidak tersedia ruang rawat inap, padahal jumlah penduduk yang dilayani sudah cukup besar.

"Lagi-lagi ini malah dicoret kembali. Apalagi antrean pelayanan warga masyarakat sampai keluar jalan, antre area parkiran semrawut, tidak jelas," tambahnya.