PORTAL BOGOR, Kelaparan di Gaza merupakan bencana yang sangat mengerikan. Bahkan Hamas mengatakan bahwa bencana ini sampai pada tahap paling mematikan. (sahabatalaqsha.com 1/8/2025) 

Word Health Organization (WHO) mencatat ada 74 kasus kematian akibat kelaparan sepanjang 2025, terbanyak di bulan Juli sebanyak 63 kasus. (detik.com 31/7/2025) Bahkan PBB memperkirakan satu pertiga penduduk Gaza tidak makan berhari-hari. (kompas.tv 31/7/2025) Banyak dari mereka yang mencoba bertahan sampai tidak sanggup lagi. Tubuh mereka digerogoti oleh kelaparan akut dan malnutrisi parah. 

Sementara itu blokade ketat masih diberlakukan Israel. Bantuan yang masuk tidak sebanding dengan apa yang mereka butuhkan. Mirisnya, sistem distribusi bantuan ibarat jebakan mematikan. Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 1.300 orang tewas saat hendak mengakses bantuan. (sahabatalaqsha.com 31/7/2025) Seolah menjadi kesempatan bagi penjajah zionis menghancurkan warga Gaza. 

Dalam situasi seperti ini Perdanan Menteri Israel mengklaim bahwa tidak ada kelaparan di Gaza. (metrotvnews.com 29/7/2025) Padahal dengan jelas semua mata mengetahui bahwa pernyataan tersebut adalah pernyataan yang sangat bertentangan dengan realita yang terjadi di lapangan. 

Sementara itu para penguasa negeri-negeri muslim bukan segera memberikan pertolongan. Sikapnya secara tidak langsung menampakan dukungan terhadap penjajah, bukan pada saudara-saudara mereka yang terjajah. Hal ini mereka tunjukan dengan tetap bermesraan dengan entitas penjajah yakni melakukan hubungan diplomasi.

Bahkan negara yang memiliki kewenangan untuk membuka perbatasan agar bantuan ke Gaza dapat masuk pun tidak dilakukan. Sungguh pengkhianatan yang di luar nalar. 

Situasi di Gaza saat ini bukanlah situasi yang biasa. Ini adalah kejahatan yang sudah diluar batas.

Bagaimana tidak? Kelemahan-kelemahan yang dialami warga Gaza dijadikan sebagai kesempatan untuk melancarkan serangan. Mereka tidak punya pilihan selain sabar dan syahid. 

Dalam QS. Al-Quraisy Allah memberikan dua hal yang paling mendasar bagi manusia. Yakni rasa kenyang dari lapar dan rasa aman dari takut. Rasa aman menjadi prioritas kala kita harus dihadapkan pada kedua pilihan ini.