Oleh: Firdayanti Solihat (Founder Kristal Bening)
PORTAL BOGOR, Eskalasi dunia yang semakin memanas menyita perhatian dunia. Namun disaat yang sama, kondisi Gaza tetap dalam kehancuran, kelaparan, dan banyak yang hidup di tenda-tenda pengungsian.
Perhatian kita teralihkan sampai tidak menyadari bahwa "situasi di masjid sangat buruk", sebagaimana ungkap seorang pekerja di Wakaf Islam Yerusalem. (detik.com 3/3/2026)
Hal tersebut diakibatkan karena penutupan akses ke masjidil Aqsha oleh penjajah zionis dengan dalih "keadaan darurat" terkait dengan eskalasi dunia saat ini.
Diketahui penjajah zionis memperketat kontrol militer di pintu masuk Kota Tua dan gerbang masjid hingga mencegah warga yang hendak melaksanakan shalat Jumat, isya dan teraweh disana. (minanews.net 6/3/2026) Ini menyebabkan masjidil Aqsha sepi dan kosong dari jamaah.
Penjajah zionis kerap kali melakukan penyerangan dan pembatasan ketat di bulan Ramadhan. Bahkan di tahun ini sudah tiga pekan shalat jumat dilarang untuk dilaksanakan di masjidil aqsha. (risalah.id 6/3/2026)
Ramadhan yang bagi sebagian besar umat muslim adalah momentum menghidupkan masjid, tidak bagi warga Gaza. Mereka hanya bisa memandang ke arah masjid dengan penuh kerinduan, dalam kondisi keterbatasan.
Meskipun demikian, tidak lantas menyurutkan semangat mereka untuk tetap menjalani ibadah di bulan Ramadhan,
Al-Aqsha adalah kiblat pertama umat muslim sebelum Allah pindahkan ke Ka'bah. Ia merupakan simbol iman dan sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari aqidah Islam. Dalam hadits dikatakan bahwa Rasulullah SAW. menganjurkan untuk bepergian ke tiga masjid, salah satunya adalah Al-Aqsha.