HPN dan Komitmen Demokrasi Prabowo

Oleh Muhammad Sarwani

Wakil Ketua Departemen Ekuin PWI Pusat

JAKARTA - Hingga H-3, Panitia Pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) 2026 belum mendapatkan konfirmasi terkait hadir tidaknya Presiden RI Prabowo Subianto di acara puncak peringatan hari bersejarah insan pers pada 9 Februari 2026.

Penanggung jawab HPN  2026 Akhmad Munir mengungkapkan surat permohonan Panitia Pelaksana HPN kepada Prabowo untuk hadir dan memberikan sambutan secara resmi belum dibalas. 

Begitu juga para pembantu Presiden yang mengatur kegiatan beliau seperti Menteri Sekretaris Negara maupun Menteri Sekretaris Kabinet belum memberikan jawaban pasti mengenai kehadiran presiden.

Harapan bahwa Prabowo akan hadir di acara puncak HPN 2026 baru sebatas pernyataan para pembantu presiden yang disampaikan dalam pertemuan silaturahmi dengan Panitia HPN. Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin, misalnya, mengatakan akan menyampaikan undangan tersebut kepada presiden.

Harapan juga muncul dari gaya kepemimpinan Prabowo yang disebut-sebut membuat keputusan pada menit-menit terakhir. Kalau saat ini belum ada konfirmasi mengenai kehadiran presiden bisa dipahami. Di kegiatan lain, kabarnya presiden baru memutuskan hadir pada malam menjelang penyelenggaraan acara esok paginya.

Prabowo tentu berkepentingan hadir di HPN. HPN adalah simbol dari kebebasan pers, kebebasan berpendapat yang dilakukan melalui protokol komunikasi berbasis media massa. Pers menyampaikan berita dalam tulisan, gambar, video maupun opini. Masyarakat juga turut berpartisipasi menyampaikan ide di kolom penulis, surat pembaca dan sebagainya.