PORTALBOGOR.COM, KOTA BOGOR — Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Komisariat Ekonomi Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Cabang Bogor mendesak pemerintah bersikap tegas terhadap maraknya penyusupan konten LGBT dalam animasi anak yang beredar diberbagai platform digital.

Desakan itu muncul menyusul viralnya serial animasi di Netflix yang dituding mengandung narasi pro-LGBT dan ditujukan bagi anak usia dini.

Fenomena ini kembali memicu perdebatan publik tentang lemahnya sistem moderasi konten digital di Indonesia.

Luthfi Surya Saputra, Formatur HMI-MPO Komisariat Ekonomi UIKA, menilai pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terlalu lamban dalam menindaklanjuti persoalan serius ini.

“Sangat disayangkan pemerintah masih lamban bertindak tegas terhadap penyusupan konten LGBT di animasi anak. Ini bukan sekadar hiburan, tapi serangan sistematis terhadap fitrah anak bangsa," ujar Luthfi Surya Saputra, Formatur HMI-MPO Komisariat Ekonomi UIKA yang dikutip dalam siaran pers pada Kamis (30/10).

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid juga menyerukan agar pemerintah lebih tegas dalam melindungi anak-anak dari paparan ideologi LGBT.

“Selamatkan anak Indonesia dari tayangan animasi LGBT. Pemerintah harus tegas, jangan sampai norma budaya kita tergeser,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Kasus ini bermula dari viralnya potongan adegan serial animasi Netflix yang menampilkan interaksi karakter anak dengan nuansa orientasi non-heteronormatif.

Komisi I DPR RI melalui Sukamta telah menilai tayangan tersebut melanggar norma kesusilaan dan dapat mengancam perkembangan psikologis anak. DPR juga meminta Kominfo segera memblokir konten serupa.