PORTAL BOGOR, Penderitaan Gaza belum usai. Hingga kini Gaza masih terus menjadi sasaran genosida dan kian hari kian mengerikan. Anak-anak syahid di depan klinik saat mengantre bantuan medis, rakyat sipil menjadi sasaran serangan brutal, dan wilayah Gaza kian porak poranda oleh kekuatan militer Zionis Israel yang tak mengenal belas kasihan.

Genosida ini terjadi di hadapan dunia. Namun mirisnya dunia justru memilih diam dan bungkam melihat fakta ini.

Genosida di Gaza atau Palestina sungguh sudah di luar batas kemanusiaan. Parahnya, institusi dan negara yang mengaku sebagai penjaga Hak Asasi Manusia (HAM) nyatanya justru memusuhi mereka yang mengungkap kebenaran. Dunia tidak hanya tutup mata, tapi juga ikut berperan dalam penderitaan umat Islam Palestina.

Lebih menyakitkan lagi, para penguasa negeri-negeri Muslim yang seharusnya berdiri membela rakyat Palestina justru sebaliknya malah menjalin hubungan mesra dengan penjajah Zionis.

Mereka menyambut pemimpin Israel, menjalin kerja sama militer dan ekonomi, bahkan memberi legitimasi atas eksistensi negara penjajah tersebut. Mereka adalah pengkhianat umat, pengkhianat darah para syuhada Palestina.

Kritik terhadap Israel memang datang dari berbagai pihak, tetapi sekadar kritik tanpa solusi nyata hanya menjadi angin lalu. Umat Islam tidak butuh kecaman diplomatik yang tidak akan pernah bisa menghentikan pembantaian. Umat Islam butuh solusi hakiki yang mengakar dan bersumber dari Islam itu sendiri.

Jihad dan Khilafah: Solusi Hakiki untuk Palestina

Sejarah telah membuktikan bahwa penjajahan tidak akan pernah berakhir hanya dengan perundingan atau kecaman semata. Penjajahan hanya bisa dihentikan dengan kekuatan.

Dan kekuatan itu hanya akan lahir dari institusi yang mampu memobilisasi seluruh potensi umat Islam yakni Khilafah Islamiyah.