PORTAL BOGOR, Situasi Gaza makin memperihatinkan, ditengah abainya penguasa negeri-negeri muslim, dan berkecambuknya perang Iran-Israel, semakin menunjukan tidak ada satupun penguasa negeri muslim yang tulus menolong Gaza.
Badan Pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) mengungkapkan ada hampir 500ribu warga Gaza telah mengungsi secara paksa akibat dari serangan Israel yang terus meluas. Genosida yang dilakukan Israel membuat hanya kurang dari sepetiga saja wilayah Gaza yang bisa diringgali.
Selain itu UNRWA juga menyebutkan bahwa tempat pengungsian yang ditinggali oleh banyak warga menjadikannya sesak, dengan kondisi mengerikan. (inh.or.id 1/7/2025)
Ditengah kondisi semacam ini muncul banyak penyakit akibat kekurangan air bersih dan kelaparan yang mengerikan. Dampaknya para ibu tidak bisa menyusui anak-anaknya, sehingga banyak bayi dan anak yang tutup usia karena kelaparan dan malnutrisi.
Dampak lainnya adalah meningkatnya jumlah anak-anak yang terkena meningitis akibat kelaparan parah dan kekurangan gizi. (merdeka.com 3/7/2025)
Sejak 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa warga Gaza mencapai lebih dari 57ribu, dan lebih dari 135ribu luka-luka (kompas.tv 4/7/2025). Mayoritas yang menjadi korban adalah perempuan dan anak-anak. Hak asasi manusia diabaikan, hak perempuan tidak diperhatikan.
Sudah hampir tiga tahun pembantaian mengerikan di Gaza terus berlangsung. Kendatipun banyak pihak yang mengecam dengan berbagai macam cara, tidak menyurutkan pihak Israel dan para pendukungnya menghentikan sekejap saja pembantaian ini. Bahkan terus melakukan aksi yang lebih kejam dan meluas.
Dalam kondisi ini para pemimpin negeri muslim termasuk Indonesia terus menyuarakan solusi dua negara. Padahal solusi ini adalah solusi semu yang yang tidak akan menyelesaikan masalah dari akar. Zionis Israel bersama dengan sekutunya Amerika sesungguhnya tidak akan pernah mau menerima kemerdekaan penuh untuk Palestina.
Sebaliknya, mereka akan terus merampas tanah dan membantai habis rakyat Palestina sampai mereka bisa menguasai wilayah tersebut seluruhnya. Pun demikian dengan rakyat Palestina yang tulus dan lurus, tidak akan pernah menerima ada sejengkal saja tanah kaum muslimin diserahkan kepada penjajah.