PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG — Ratusan wali murid memadati halaman SDN 02 Lebakwangi, SMP Yapansa, dan SMK Anak Bangsa setelah mencuat dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang tidak disalurkan sejak tahun 2018 hingga 2025 di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Ribuan orang tua siswa menuntut transparansi dan kejelasan dana bantuan pendidikan yang seharusnya diterima anak-anak mereka.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, dugaan penyimpangan dana PIP di tiga sekolah tersebut mencapai miliaran rupiah.

Para wali murid menduga sejumlah oknum guru dan pengelola sekolah menikmati dana bantuan yang semestinya menjadi hak siswa kurang mampu.

“Informasinya itu mencapai Rp3 sampai Rp5 miliar. Bahkan guru-gurunya ada yang kebeli mobil kebangun rumah,” ungkap salah satu wali murid yang dikutip dari laman portalsiber.id pada Rabu (22/10).

Antrean panjang para orang tua sudah terjadi selama dua hari, bahkan sejak awal pekan untuk mendapatkan hak dana PIP.

Sebagian besar dari mereka mengaku belum pernah memegang buku tabungan maupun rekening dana PIP yang menjadi hak anak-anak mereka.

“Saya sudah antre dari kemarin belum dipanggil-panggil. Tapi saya tidak lelah karena saya butuhkan untuk keperluan anak-anak saya sekolah. Anak saya kelas 1 SMK Anak Bangsa, kalau dilihat dari data buku tabungannya sebesar Rp1.500.000. Tapi itu juga cuma dapat foto buku tabungan dari pihak sekolah,” kata Heni Handayani, salah satu wali murid.

Keluhan serupa disampaikan Lela (31), yang mengaku dana bantuan anaknya dipotong tanpa penjelasan yang jelas.