PORTALBOGOR.COM, BOGOR UTARA – Katalis kembali melakukan diskusi publik bertajuk “Demokrasi Dalam Kabut Media”, dihadiri mahasiswa dari berbagai organisasi dan komunitas yang digelar di OIA Coffee, Cimahpar, Bogor Utara pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Katalis sebagai bagian dari penggerak literasi kritis dan demokrasi partisipatif menilai bahwa kini kondisi ekosistem media semakin sarat dengan bias dan penggiringan opini. 

Melalui diskusi tersebut, Katalis mengajak masyarakat khususnya generasi muda, untuk membongkar praktik media yang tidak sepenuhnya berpihak pada kesadaran kolektif.

Sejumlah narasumber yang dikenal vokal dalam isu politik dan media diundang, antara lain Deky Ikwal (internal Katalis), Iqbal Haris (Suara Bogor), dan Mayo (Komunitas Literasi Nusantara).

Pendiri Katalis, Munjin Sulaeman, membuka diskusi dengan kritik tajam terhadap media arus utama yang dinilai kerap menjadi alat reproduksi sensasi, framing, dan bias kekuasaan, alih-alih menjadi penopang demokrasi.

“Hari ini kita hidup dalam euforia kebebasan, tetapi bukan berarti kita bebas dari penggiringan. Media menjadi arena wacana, tapi juga bisa menjadi senjata hegemoni yang menumpulkan kesadaran kritis rakyat. Katalis tentunya siap menjadi mitra kritis pemerintah baik di daerah maupun pusat,” tegas Munjin pada Sabtu (21/6).

Ia juga menyoroti dominasi kepemilikan media oleh kelompok konglomerasi politik, algoritma digital yang manipulatif, dan semakin menyusutnya jurnalisme investigatif sebagai bagian dari krisis demokrasi informasi.

Diskusi tersebut tidak hanya menjadi forum diskusi biasa, tetapi ruang partisipatif yang memungkinkan peserta mengajukan gagasan dan membedah hubungan antara kapitalisme media dan demokrasi prosedural yang seringkali bersinggungan.

“Sebagai bagian dari gerakan literasi politik dan media, Katalis berkomitmen menjadikan forum seperti ini sebagai wadah kontestasi gagasan dan pembangunan ruang publik yang sehat," ujarnya.