PORTALBOGOR.COM, CIBINONG – Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memperketat langkah pengendalian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul meningkatnya potensi penularan akibat perubahan musim yang tidak menentu.
Dalam kondisi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menilai bahwa strategi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kembali ditegaskan sebagai kunci utama dalam menekan laju penyebaran virus dengue.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengungkapkan bahwa meski jumlah kasus DBD di Kabupaten Bogor tahun ini tercatat menurun hampir 50% dibandingkan tahun lalu, risiko tetap tinggi karena pola musiman yang menunjukkan peningkatan kasus umumnya terjadi mulai September hingga Mei.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan PSN secara serentak. Ini satu-satunya metode yang paling efektif dalam mencegah DBD. Gerakan Jumat Bersih (Jumsih) harus kita hidupkan kembali," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana yang mewakili Plt. Kepala Dinkes pada Rabu (16/4).
Adang Mulyana juga menyampaikan, cuaca yang tidak menentu menyebabkan populasi nyamuk Aedes Aegypti berkembang lebih cepat, terutama di tempat-tempat lembap yang jarang dibersihkan.
Oleh karena itu, pengendalian jentik dianggap jauh lebih efektif dibandingkan fogging, yang kerap disalahartikan sebagai solusi utama oleh masyarakat.
"Fogging itu bukan solusi utama. Itu langkah terakhir. Kami hanya akan lakukan fogging fokus setelah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan ditemukan kasus positif serta jentik Aedes aegypti," tegas Adang.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penggunaan insektisida secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan resistensi pada nyamuk. Jika ini terjadi, maka upaya penanganan di masa depan bisa menjadi lebih sulit dan kurang efektif.
Sebagai langkah antisipasi dini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor akan terus menggencarkan edukasi melalui Puskesmas dan kader kesehatan yang turun langsung ke masyarakat.