PORTAL BOGOR, Masjid Al-Aqsha mengalami ancaman serius. Penggalian terowongan yang sudah memasuki kawasan masjid berpotensi merusak, bahkan menghancurkan bangunan masjid.
Terowongan ini pada mulanya adalah jalur air bersejarah yang kemudian di keringkan dan di rubah menjadi terowongan, museum, dan sinagoge. (okezone.com 28/10/2025)
Menurut Marouf Al-Rifai, Penasihat Kegubernuran Yerusalem, dikatakan bahwa penggalian terowongan ini dilakukan sebagai cara untuk menegaskan bahwa Yerusalem adalah kota Yahudi dan sebagai upaya sistematis untuk merubah kesejarahan kota tua Yerusalem menjadi milik Yahudi. (detik.com 22/10/2025)
Penggalian terowongan sudah dilakukan sejak 1967 sejak pendudukan Israel di Baitul Maqdis. Penggalian ini dilakukan dengan dalih penggalian arkeolog untuk menemukan peninggalan-peninggalan Arkeolog dari masa Romawi.
Namun menurut Al-Rifai penggalian ini tidak sesuai dengan metode ilmiah dan merupakan pelanggaran terhadap status quo. Dan para ahli mengatakan bahwa penggalian ini mengancam Masjid Al-Aqsha.
Adanya penggalian ini merupakan bagian dari rencana Israel untuk merusak landmark bersejarah Islam. Dengan runtuhnya bangunan masjid, akan melanggengkan kendali atas Al-Aqsha.
Masjid al-Aqsha sendiri merupakan kiblat pertama umat muslim sebelum Allah pindahkan ke Makkah. Selain itu ia juga meupakan masjid suci ke tiga umat muslim setelah Masjidil Haram di Makah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Kemuliaannya banyak di sebutkan dalam dalil-dalil syar'i, yakni Al-Quran dan Sunnah. Diantaranya adalah dalil yang menyebutkan bahwa Al-Aqsha menjadi tempat Isra' (diperjalankan) Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. (QS. Al-Isra:1)
Pada peristiwa tersebut Nabi mengimami seluruh Nabi dan Rasul untuk shalat tepat di tempat yang hari ini menjadi Qubbatusshakhrah. Peristiwa tersebut menandakan estafet kepemimpinan dari nabi-nabi sebelumnya kepada nabi terakhir, penutup para nabi.