PORTALBOGOR.COM, JAKARTA - Star Energy Geothermal sebagai anak usaha Barito Renewables Tbk (BREN), berhasil menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak Binary.

Proyek ini menambah kapasitas kotor pembangkit sebesar 15.5 megawatt (MW), sehingga total kapasitas terpasang PLTP milik Star Energy Geothermal kini mencapai 901.5 MW—menjadikannya salah satu pemain terbesar di industri panas bumi global.  

Direktur Utama Barito Renewables yaitu Hendra Tan, mengungkapkan bahwa commissioning test untuk proyek ini telah rampung dengan hasil yang melampaui ekspektasi.

Dalam uji coba selama 72 jam, PLTP Salak Binary berhasil menghasilkan listrik sebesar 15.5 MW, lebih tinggi dari target awal perusahaan.  

“Hasil ini melebihi harapan kami. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kesuksesan proyek ini,” ujar Hendra yang dikutip portalbogor.com dalam keterangan resminya melalui laman baritorenewables.co.id pada Minggu (16/3).  

Diketahui bahwa proyek Salak Binary merupakan bagian strategis dari upaya Barito Renewables memperluas jejaknya di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Selain panas bumi, perusahaan juga mengakuisisi pembangkit listrik tenaga angin pada tahun 2024 dengan kapasitas 78.75 MW.  

Untuk memperkuat posisinya, Star Energy Geothermal menjalin kerja sama dengan Schlumberger, perusahaan teknologi energi global.

Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan teknologi inovatif guna meningkatkan keekonomian proyek panas bumi konvensional dan memperbaiki tingkat pemulihan aset panas bumi.