PORTALBOGOR.COM, SUKABUMI — Pernyataan kontroversial Kapolsek Cidahu dalam video yang beredar di media sosial menuai kecaman dari Koordinator Wilayah III Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI).

Riduan selaku Koordinator Wilayah III PP GMKI, mengecam keras pernyataan Kapolsek yang dinilai provokatif dan mendesak Kapolri serta Kapolda Jawa Barat segera mencopot Kapolsek Cidahu. 

Video tersebut beredar setelah adanya pembubaran kegiatan retret pelajar di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dinilai mencederai semangat toleransi dan kebebasan beragama.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kasus intoleransi di wilayah Jawa Barat yang kembali mencuat ke ruang publik. 

Dalam tayangan video yang viral di media sosial, seorang yang diduga Kapolsek Cidahu terlihat menyampaikan pernyataan yang dianggap menyulut emosi massa, bukannya menenangkan situasi.

“Kami mengecam keras pernyataan Kapolsek Cidahu Sukabumi yang diduga memprovokasi warga. Sangat tidak pantas ketika pernyataan Kapolsek Cidahu tidak mencerminkan sikap aparat penegak hukum yang seharusnya menjaga ketenangan, netralitas, dan profesionalisme dalam menangani persoalan di tengah masyarakat,” tegas Riduan pada Kamis (17/7).

Riduan menilai, pernyataan Kapolsek Cidahu tidak hanya melukai rasa keadilan masyarakat, namun juga dikhawatirkan memperkeruh situasi dan menciptakan konflik horizontal di tengah warga.

“Sebagai pimpinan kepolisian di wilayah sektor Cidahu, Kapolsek seharusnya menjadi contoh dalam merawat kedamaian dan netralitas institusi, bukan memperkeruh keadaan dengan narasi tendensius yang memperdalam konflik sosial,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, PP GMKI juga menegaskan pentingnya aparat penegak hukum untuk mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi yang bijak, serta menjaga perlindungan terhadap hak-hak warga negara.