PORTAL BOGOR, Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Di dalamnya penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah Yang Maha Kuasa.
Rasulullah mengatakan bahwa Ramadhan adalah sayyidu syuhur, yakni penghulu para bulan. Di dalamnya banyak keistimewaan yang Allah turunkan, sehingga menjadikannya bulan yang istimewa pula. Salah satu keistimewaannya adalah diwajibkannya syariat puasa pada bulan ini selama satu bulan penuh.
Dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 Allah berfirman bahwa tujuan dari berpuasa adalah untuk menjadikan kita orang yang bertaqwa. Taqwa sendiri adalah menjalankan perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya, sederhananya adalah taat.
Sebagaimana kita ketahui bahwa saat berpuasa, ada beberapa aktivitas halal yang tidak boleh dilakukan. Ini merupakan sebuah perintah dan larangan Allah yang perlu kita patuhi. Maka siapa saja yang lulus dari aturan ini akan tergolong menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Namun ada hal lain yang menyebabkan Ramadhan ini menjadi istimewa. Seperti halnya Rasulullah yang menjadi penghulu para Nabi dan Rasul karna Allah turunkan bersanya Al-Quran. Maka demikian dengan Ramadhan. Ia menjadi bulan yang istimewa sebab Allah menurunkan Al-Quran di bulan ini. Bahkan secara khusus Allah mengistimewakan malam diturunkannya Al-Quran pada bulan ini dengan menjadikannya malam yang lebih baik dari seribu bulan.
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada malam Qadr. Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan," (QS. Al-Qadr :1-3).
Setiap yang melekat dengan Al-Quran menjadi istimewa. Dari mulai Ramadhan, Rasulullah, bahkan umatnya Allah katakan sebagai umat terbaik karna Al-Quran menjadi pedoman dan petunjuk hidup bagi kita.
Al-Quran adalah Rahmat Allah bagi manusia, bahkan seluruh alam. Allah tidak pernah membiarkan kita hidup dalam kegelapan sehingga Allah sertakan penerang jalan kehidupan berupa panduan. Namun seringkali kita lalai dan mencari penerangan lain.
Padahal Allah sebutkan bahwa: "Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (Al-Quran) maka bagi dia kehidupan yang sempit dan di akhirat kelak kami akan membangkitkan dia dalam keadaan buta." (QS. Thaha : 124).