PORTALBOGOR.COM, JAKARTA – Program rumah bersubsidi bagi wartawan yang digagas pemerintah mendapat respons positif dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menilai kebijakan ini sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan dasar para jurnalis, tanpa mengganggu profesionalisme maupun independensi mereka dalam menjalankan tugas kontrol sosial.
Dukungan ini muncul setelah pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Kemenkomdigi), dan Badan Pusat Statistik (BPS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 8 April 2025 lalu.
Dalam rencana tersebut, dari total 1.000 unit rumah bersubsidi yang dianggarkan tahun depan, sebanyak 100 unit ditargetkan sudah bisa diserahkan pada 6 Mei mendatang.
Hendry mengungkapkan bahwa program ini menjawab aspirasi nyata dari lapangan.
“Saya dihubungi beberapa pengurus daerah yang menanyakan peluang mendapatkan rumah bersubsidi,” ujar Hendry dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (16/4).
Berbicara di Depan Content Creator, Teguh Santosa Bandingkan Empat Pemimpin Besar Indonesia
PWI Pusat pun mendorong para anggotanya di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat segera mempersiapkan syarat administrasi untuk mengakses program ini, terutama bagi yang tinggal di kawasan yang telah disurvei oleh Kementerian PUPR seperti Cilegon, Serang, Bogor, Cileungsi, dan Depok.
Program ini dipandang sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok pekerja media yang selama tiga tahun terakhir mengalami tekanan ekonomi akibat dinamika industri pers yang belum stabil.
Ditengah kebutuhan akan tempat tinggal yang layak dan harga terjangkau, rumah subsidi dianggap solusi yang masuk akal.