PORTALBOGOR.COM, CISARUA - Anggota DPR RI Adian Napitupulu menindaklanjuti persoalan agraria desa yang berada di kawasan hutan melalui Festival Aspirasi BAM DPR RI di Wisma DPR - Cisarua pada Jumat, 21 November 2025.
Festival Aspirasi BAM DPR RI itu mempertemukan para kepala desa Kabupaten Bogor untuk menyampaikan data, kendala lapangan dan langkah penyelesaian yang akan dibawa ke tingkat kebijakan nasional.
Dalam pertemuan itu, Adian Napitupulu menegaskan bahwa masalah tumpang tindih wilayah antara desa dan kawasan hutan sudah berlangsung lama dan menimbulkan dampak sosial yang serius.
Jumlah desa yang masuk dalam kawasan hutan mencapai puluhan ribu ditingkat nasional dan menjadi sumber persoalan administrasi, kepastian hukum serta kerentanan kriminalisasi warga.
"Ada 25.863 desa didalam kawasan hutan, dan itu menimbulkan banyak masalah, tumpang tindih lahan, tumpang tindih administrasi, banyak masyarakat yang menjadi korban," ujar Adian dalam Festival Aspirasi BAM DPR RI di Wisma DPR, Cisarua, pada Juma't (21/11).
BAM DPR RI mengundang para kepala desa yang wilayahnya masih berstatus kawasan hutan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Berbicara di Depan Content Creator, Teguh Santosa Bandingkan Empat Pemimpin Besar Indonesia
Langkah ini dipandang penting karena banyak warga yang terdampak tidak memiliki akses untuk menyampaikan keberatan atas status lahan yang sudah ditempati turun temurun.
"Tadi ada kepala desa cerita, ada masyarakat mencari cacing dalam hutan dipenjara satu tahun, hal hal begini tidak boleh," beber Adian.
Adian Napitupulu mendorong pemerintah pusat melakukan penataan kewilayahan secara menyeluruh.