PORTALBOGOR.COM, JASINGA - Momen Halal Bihalal menjadi momentum akan kebangkitkan kepedulian terhadap warisan sejarah lokal oleh warga Jasinga dengan menghadiahkan sebuah baju sebagai simbol peringatan akan pentingnya pelestarian budaya lokal kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto pada Minggu, 13 April 2025.
Baju itu bukan sekadar kenang-kenangan biasa, dibalik kain dan desainnya tersimpan pesan kuat: "Save Pendopo Eks Kewedanaan Jasinga."
Sebuah seruan moral untuk menyelamatkan situs sejarah yang kini kondisinya memprihatinkan.
Gambar pada baju tersebut memuat simbol-simbol penting Jasinga sebagai bekas wilayah kewedanaan yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam pembentukan wilayah administratif Kabupaten Bogor. Sayangnya, peninggalan itu kini nyaris dilupakan.
"Ini bentuk apresiasi kami kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya kepada Bupati Pak Rudy dan Wakil Bupati Pak Jaro Ade yang telah menunjukkan kepedulian terhadap sejarah dan budaya," ujar Dery, tokoh muda Jasinga yang menyerahkan langsung baju tersebut pada Minggu (13/1).
Seremoni yang awalnya hanya dijadwalkan sebagai silaturahmi, berubah menjadi momen reflektif atas kelalaian kolektif dalam merawat identitas sejarah. Dukungan warga pun tidak berhenti pada simbol.
Paguyuban Jasinga Bogor (PJB) bersama Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) turut menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam proses pemajuan kebudayaan. Mereka menolak hanya menjadi penonton dalam peristiwa penting sejarah lokal.
“Baju ini adalah simbol perlawanan sekaligus harapan. Kami ingin bicara pemajuan kebudayaan tak hanya dalam pidato, tetapi dalam tindakan nyata. Dan kami siap menjadi garda terdepan untuk mendukung pemerintah,” tegas Dien.
Sebagai informasi, Eks Pendopo Kewedanaan Jasinga direncanakan mulai direkonstruksi pada April 2025.