PORTALBOGOR.COM, CIAMPEA — Kekecewaan warga Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, memuncak setelah sekian lama jalan rusak di wilayah mereka tak mendapat perhatian pemerintah.
Sebagai bentuk protes, warga nekat menanam pohon pisang di tengah badan Jalan Abdul Fatah pada Minggu pagi, 9 Juni 2025, lengkap dengan spanduk bertuliskan sindiran pedas: "Biar apa? Biarin aja"
Aksi spontan itu ditujukan sebagai bentuk protes atas janji-janji kosong yang selama ini dilontarkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Bogor.
Warga menilai, jalan di Desa Cinangka telah lama dianaktirikan, padahal jalan-jalan lain di wilayah sekitar seperti Bojong Jengkol dan Kecamatan Tenjolaya sudah mulus dengan cor beton.
“Jalan rusak ini sudah lama dibiarkan seperti ini, dan entah apa alasannya. Seperti yang dianaktirikan. Pasalnya, jalan sebagian seperti di Kecamatan Tenjolaya sudah dicor, dan jalan Abdul Fatah pun dari Desa Bojong Jengkol sudah dicor,” ungkap Ukar Sukarna, warga Kampung Babakan Nyamplung RW 05 yang akrab disapa Sarkam pada Minggu (8/6).
Kondisi jalan yang rusak ini juga kerap menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Sarkam, yang juga mantan Ketua RT di wilayah itu, menegaskan bahwa sudah banyak korban jatuh akibat kondisi jalan yang membahayakan.

Keluhan warga tidak berhenti di situ. Wildan, tokoh masyarakat dari Komplek Griya Salak Asri, mengungkapkan bahwa pihaknya pernah melakukan komunikasi langsung dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Ciampea. Kala itu, petugas UPT menjanjikan perbaikan jalan akan dilakukan.
“Waktu itu pernah dari pihak Unit Pelayanan Teknik Ciampea janji mau dicor, tapi sampai sekarang nggak ada perbaikan,” tegas Wildan.
Kini, memasuki pertengahan tahun 2025, warga berharap besar pada Bupati Bogor yang baru agar menunjukkan keberpihakan nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat, bukan hanya terpaku pada agenda seremonial belaka. Aksi tanam pohon pisang itu adalah sinyal keras bahwa publik sudah jenuh dengan janji tanpa realisasi.