PORTALBOGOR.COM, JASINGA - Pasca enam hari atas insiden jenazah Rosid, warga Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, yang sempat tertahan selama lebih dari 4 jam di RSUD Lewiliang, keluarga korban kini dikunjungi oleh Usep Nukliri selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dan perwakilan RSUD Lewiliang pada Senin, 24 Maret 2025 di Jasinga.
Usep Nukliri selaku Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai PAN Dapil V (lima), bersama pihak RSUD Lewiliang yang diwakili oleh Hilmi Adam, Kepala Bidang Perawatan (Katin) berkunjung untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban serta menindaklanjuti kasus ini dengan langkah-langkah konkret.
“Kami datang kesini untuk melihat langsung kondisi keluarga korban yang sangat miris. Saya tegaskan, tidak ada lagi tawar-menawar soal pelayanan kesehatan. Ini adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi,” ujar Usep Nukliri di lokasi pada awak media portalbogor.com pada Senin (24/3).
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai PAN Dapil V itu pun menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh bergantung pada kemampuan finansial atau administratif masyarakat.
“Jangan sampai pelayanan maksimal hanya diberikan karena ada anggaran, dan jangan sampai perhatian pemerintah hanya terjadi karena ada unsur eksternal,” tambahnya.
Usep juga mengkritik proses administrasi yang menyebabkan jenazah tertahan selama beberapa jam. Dirinya menekankan agar dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, segera memperbaiki sistem agar insiden serupa tidak terulang.
“Saya akan segera menyoroti masalah ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan. Jika dibutuhkan anggaran tambahan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, saya sebagai anggota Badan Anggaran akan memfasilitasi hal itu,” tegasnya.
Sementara itu, Hilmi Adam, perwakilan RSUD Lewiliang, secara terbuka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami keluarga korban.
“Saya yang mewakili atasan RSUD Lewiliang meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami akui pelayanan kami kurang berkenan,” ujarnya.