PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG – Kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) V pada Masa Sidang 1 Tahun 2024-2025 berlangsung penuh antusias di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg pada Senin, 2 Desember 2024.
Warga setempat memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari isu upah buruh hingga kondisi pendidikan.
Antusiasme warga tergambar jelas dalam pertemuan ini. Salah satu isu utama yang dibahas adalah upah buruh dan jaminan sosial yang dianggap belum memadai.
Aa Permana, seorang pemuda Desa Rengasjajar yang mengkritik atas minimnya perhatian dewan terhadap isu tersebut.
“Kami berharap para anggota dewan dapat memperjuangkan kenaikan upah buruh yang lebih layak dan sesuai kebutuhan hidup,” tegas Aa Permana pada Senin (2/12).
Menanggapi hal ini, Aan Triana Al Muharom dari Partai Golkar menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat.
“Karena ini terkait dengan tambang, (untuk) Kabupaten Bogor (berkoordinasi dengan) Cabang Dinas di Provinsi Jawa Barat (Jabar) lewat (Dinas) Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM). Sehingga perlu komunikasi yang intens antara Disnaker Kabupaten Bogor dan ESDM Provinsi,” ungkap Aan.

Ia juga mencatat kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor dari Rp4,300,000 menjadi Rp4,800,000 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Namun, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi untuk implementasi kebijakan yang lebih efektif.
"Sehingga ini perlu ada kolaboritas dan sinergitas antara Disnaker Kabupaten Bogor dan ESDM Provinsi Jawa Barat yang mengeluarkan izin dengan pertambangan," tegas Aan Triana Al Muharom
Selain isu buruh, kondisi memprihatinkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cipangaur di Desa Cintamanik menjadi perhatian.