PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG – Warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dibuat resah akibat dugaan pencemaran Sungai Cikalong yang selama ini menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Air sungai yang dulunya jernih kini berubah warna, berbau menyengat, dan menimbulkan rasa gatal ketika digunakan.
Mereka menduga kuat bahwa pencemaran tersebut berasal dari aktivitas industri dua perusahaan perkebunan yang beroperasi disekitar kawasan, yakni PT Perkebunan Nusantara IV dan PT Perkebunan Nusantara I.
Namun, upaya warga dan awak media untuk mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan justru direspons dengan sikap yang tidak kooperatif.
Keresahan warga muncul karena aliran Sungai Cikalong sebelumnya digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan harian lainnya. Kini, warga harus mencari alternatif lain karena air tidak lagi layak pakai.
"Air berubah warna, baunya menyengat, dan bikin gatal," ungkap salah satu warga yang terdampak pada Kamis (24/4).
Respons dari perusahaan pun dinilai tidak profesional. Saat dikonfirmasi terkait dugaan pencemaran ini, Humas PTPN IV dan PTPN I Cikasungka, Iwan, justru memberikan jawaban yang terkesan menghindar.

"Broo baiknya sama Pak Adsi ya terkait sungai Cikalong, tadi saya ga bisa merapat dinas dulu broo," kata Iwan melalui pesan singkat.
Lebih lanjut, Iwan juga meminta agar awak media menghubungi kontak lain.