PORTALBOGOR.COM, NANGGUNG – Sebanyak 145 kepala keluarga (KK) di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung yang terdampak longsor sejak 2020 hingga kini belum mendapat kepastian relokasi dari Pemkab Bogor.
Warga yang tersebar di empat kampung rawan longsor—Hanjawar, Babakan Kemang, Babakan Jengkol, dan Nyungcung—kembali mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Permintaan relokasi ini sudah diajukan sejak tahun 2020 melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, namun hingga pertengahan 2025 belum ada kejelasan.
Situasi tersebut semakin memperparah, terutama ketika hujan deras melanda kawasan yang secara geografis memang masuk zona rawan longsor.
“Iya, di empat kampung itu rawan longsor. Tapi sebanyak 145 kepala keluarga disana sudah kita usulkan ke DPKPP Kabupaten Bogor di tahun 2020 untuk segera direlokasi,” ujar Ketua Pokmas Desa Malasari, Mohamad Isak Rosidi alias Ambon, Jumat (27/6/2025).
Menurutnya, dari total 145 KK yang terdampak, 95 diantaranya direncanakan akan direlokasi ke Huntap Cepak Awi. Sementara sisanya sebanyak 50 KK akan ditempatkan di kawasan Ciwalen. Sayangnya, rencana tersebut mandek dan belum juga dilanjutkan hingga saat ini.

Sebelumnya, Pemkab Bogor sempat merealisasikan relokasi 85 unit hunian pada tahun 2022–2023, masing-masing 39 unit di Kampung Kopo dan 46 unit di Cepak Awi. Namun, sisanya masih menunggu tindakan dari pemerintah.
Di tempat yang sama, Kepala Dusun 02 Desa Malasari, Ukar, khawatir dengan kondisi warganya yang terus hidup beraktifitas ditengah potensi bencana.
“Semoga Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor segera merealisasikan keluh kesah warga yang berada di empat kampung yang memang terancam longsor. Apalagi jika hujan turun itu sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.***