PORTALBOGOR.COM, JASINGA - Pelatihan konten kreator yang diselenggarakan DPD KNPI Kabupaten Bogor menuai kritik karena terpantau sepi peminat yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Jasinga pada Selasa, 29 Juli 2025. 

Kegiatan yang seharusnya menjadi ruang pembelajaran digital bagi pemuda justru menuai kritik karena lemahnya sosialisasi dan buruknya komunikasi internal panitia penyelenggara.

Tokoh pemuda Jasinga, Ama Dery, mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi bukan karena minimnya ketertarikan generasi muda terhadap dunia digital, melainkan karena distribusi informasi yang tidak merata. 

Ama Dery menilai pelatihan ini semestinya mampu menjangkau lebih luas, terutama ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda di pelosok.

“Yang jadi pertanyaan, apakah peserta yang hadir itu hanya dari kalangan internal OKP saja? Atau cuma siswa-siswi dari sekolah tertentu? Kalau pelatihan ini dibuka untuk semua elemen masyarakat, pasti terasa lebih bermanfaat dan merata,” tegas Dery pada Selasa (29/7).

Ia menyebut pelatihan konten kreator memiliki nilai strategis di era digital, terutama untuk Gen Z dan Milenial. 

Bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis, namun juga bisa menjadi wadah literasi digital dan pemahaman etika bermedia sosial.

Sayangnya, menurut Dery, inisiatif ini tidak dibarengi dengan strategi komunikasi yang efektif dari PK KNPI Jasinga. 

Ia menyoroti kurangnya koordinasi dengan pihak-pihak strategis seperti kepala sekolah, K3S, maupun kepala desa yang dapat membantu menyebarluaskan informasi ke masyarakat luas.