PORTALBOGOR.COM, KABUPATEN BOGOR — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tambang kembali merenggut nyawa seorang siswi SMK Permatasari Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor memicu gelombang kritik dari kalangan aktivis mahasiswa yaitu Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kabupaten Bogor.

SEMMI Cabang Kabupaten Bogor menilai pemerintah daerah terlalu lamban dan abai dalam menyikapi persoalan keselamatan warga di jalur angkutan tambang.

Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kabupaten Bogor, Imam R.E., mengecam keras lemahnya implementasi aturan lalu lintas angkutan tambang yang tercantum dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2023.

"Kang Dedi, masalah truk tambang harus segera diselesaikan agar tidak terjadi korban jiwa yang berkelanjutan," ujar Imam, menyebut langsung nama Gubernur Jawa Barat pada Sabtu (17/5).

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengeluarkan regulasi, tetapi harus memastikan pengawasan di lapangan berjalan maksimal.

Imam menegaskan bahwa lalu lintas truk tambang yang tidak terkendali telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga, khususnya pelajar yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Ketua Umum SEMMI Cabang Kabupaten Bogor pun mendesak agar Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar segera meninjau ulang aktivitas pertambangan di wilayah Cigudeg, Rumpin, Parungpanjang, dan Rancabungur.

Jalan-jalan di kawasan ini kerap menjadi lokasi melintasnya truk-truk tambang yang kerap kali melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan lain.

"Solusinya akses jalan tol khusus truk angkutan tambang dan petugas Dishub dari Kabupaten Bogor dan Provinsi harus diperketat dalam mengatur lalu lintas kendaraan truk angkutan tambang," tambahnya.