PORTALBOGOR.COM, LEBAK  — Tradisi tahunan masyarakat adat Baduy kembali digelar dengan skala besar. Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar turun gunung dan memadati ruas jalan utama di Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat, 2 Mei 2025.

Kegiatan budaya ini menjadi bagian dari rangkaian acara Saba Baduy Gede, simbol loyalitas dan ketaatan warga adat kepada pemerintah.

Dalam ritual yang sarat makna ini, sekitar 1.500 warga adat Baduy melakukan perjalanan kaki sejauh puluhan kilometer dari wilayah pedalaman menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.

Mereka membawa hasil bumi sebagai bentuk persembahan dan ucapan syukur atas limpahan rezeki yang diterima selama satu tahun terakhir.

Tradisi ini tidak hanya mencerminkan ketaatan kepada pemimpin daerah, yakni Bupati dan Gubernur sebagai representasi negara, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap tatanan sosial yang telah mengakar kuat di komunitas Baduy selama ratusan tahun.

Dilansir portalbogor.com dari akun Instagram @infosababaduy, Saba Gede kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena melibatkan jumlah peserta yang lebih besar.

Prosesi adat dimulai sejak 1 Mei 2025 dan puncaknya digelar pada 2 Mei di Pendopo Kabupaten Lebak.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Effendy, mengatakan bahwa Saba Baduy tahun ini memang masuk kategori besar karena skala keterlibatannya sangat luas.

Saba Baduy tanggal 2 Mei 2025, tahun ini masuk dalam Saba Gede. 1.500 orang warga masyarakat Baduy akan datang ke Pendopo,” ujar Effendy yang dikutip portalbogor.com dari laman Instagram @infosababaduy pada Jumat (2/5).