PORTALBOGOR.COM, CIBUNGBULANG — Rencana aksi unjuk rasa memperingati 100 hari kerja Bupati Bogor Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhendi di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang dijadwalkan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 pada Selasa (20/5/2025), mendadak dibatalkan.
Sejumlah mahasiswa dari organisasi kampus seperti PK PMII STAI Al-Auliya, BEM STAI Al-Auliya, dan HIMA PPI STAI Al-Auliya yang awalnya menggagas aksi, justru dialihkan kegiatannya kepada forum audiensi di Kantor Kecamatan Cibungbulang.
Pembatalan ini memicu kekecewaan dari warga yang sudah bersiap untuk turun ke jalan. Warga yang telah mempersiapkan diri sejak pagi hari merasa kecewa, terutama karena aksi ini sebelumnya telah dipublikasikan melalui pamflet-pamflet yang tersebar luas.
“Iya, kita kecewa karena aksi ini dialihkan ke audiensi. Kami, selaku perwakilan warga Kecamatan Cibungbulang, merasa kecewa besar,” kata Ikbal (22), salah satu pemuda yang sudah hadir bersama kawan-kawannya pada Selasa (20/5).
Aksi ini awalnya direncanakan sebagai bentuk kritik terhadap program kerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor, khususnya terkait sejumlah persoalan infrastruktur dan pelayanan publik yang masih belum tersentuh.

“Teman-teman sudah menunggu aksi. Kita tadi berjalan dari lingkar jalan lintas Galuga sampai Cibatok,” tambahnya.
Warga merasa, Hari Kebangkitan Nasional 2025 seharusnya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perubahan yang konkret, bukan hanya simbolis. Namun, pembatalan mendadak ini justru dinilai telah menunjukkan lemahnya koordinasi dan kurangnya komitmen terhadap suara masyarakat.
“Kami hadir karena ingin memperjuangkan hak-hak masyarakat. Tapi kenapa aksi ini bisa dibatalkan begitu saja di hari H?” tegas Ikbal.
Pamflet aksi yang tersebar luas juga mengkritisi kinerja pemerintahan daerah yang dinilai lebih sibuk melakukan seremoni simbolik daripada menghadirkan perubahan nyata.
