PORTALBOGOR.COM, CIBINONG - Kabar pelebaran Jalan Alternatif Puncak di Kabupaten Bogor, yang kerap menjadi penyebab kemacetan parah terutama saat libur panjang seperti Idul Fitri, tampaknya masih jauh dari kenyataan.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor belum mampu mengambil langkah konkret untuk merealisasikan wacana tersebut karena terbentur masalah anggaran.
Bupati Bogor yakni Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa rencana pelebaran Jalan Alternatif Puncak memerlukan pembahasan lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
“Kalau itu (pelebaran Jalan Alternatif Puncak) sambil berjalan, kita akan berdiskusi dan berkomunikasi,” ujar Rudy kepada wartawan pada Rabu (26/3).
Namun, ia menegaskan bahwa rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena terkendala oleh keterbatasan anggaran daerah.
“Tentunya kita juga melihat kemampuan keuangan daerah kita, yang menjadi skala prioritas akan kita prioritaskan,” jelas Rudy.
Meski pelebaran jalan belum bisa dilakukan, Rudy memastikan bahwa Pemkab Bogor akan fokus pada upaya pengamanan lalu lintas di Jalan Alternatif Puncak menjelang momen libur panjang, seperti Idul Fitri 1446 Hijriah.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah memberantas praktik Pungutan Liar (Pungli) oleh joki jalanan yang kerap memperparah kemacetan.
“Jalur alternatif tentu TNI-Polri, pemerintah daerah bersama-sama menjaga keamanan. Kita berupaya menjaga arus lalu lintas supaya tidak menjadi penumpukan di beberapa titik,” tutup Rudy.