PORTALBOGOR.COM, JASINGA – Kegiatan Pelatihan Konten Kreator yang difasilitasi oleh mantan pengurus PK KNPI Kecamatan Jasinga pada Selasa (29/7/2025), menuai kritik dari Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Jasinga karena dinilai eksklusif dan sepi peminat.
Ketua MPI KNPI Jasinga, Raod Kamaluddin, menegaskan bahwa dirinya hanya menerima undangan tanpa dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Saya memang menerima undangan, tapi tidak tahu apa-apa soal kegiatan ini. Tidak dilibatkan dalam prosesnya,” ujar Raod saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (30/7).
Raod Kamaluddin juga menyayangkan pola komunikasi yang tertutup antar pemangku kepentingan kepemudaan dalam pelatihan itu.
Menurutnya, kegiatan yang bertujuan membentuk konten kreator seharusnya melibatkan lebih banyak unsur kepemudaan, bukan justru membatasi partisipasi.
“Kalau seperti ini caranya, bagaimana kegiatan bisa menjangkau lebih luas dan diminati? Jangan-jangan ini hanya kegiatan formalitas,” sindirnya.
Minimnya koordinasi disebut menjadi pemicu utama gagalnya kegiatan menarik antusiasme pemuda setempat.
Sikap elitis semacam itu dinilai kontraproduktif terhadap semangat kolaborasi dan pemberdayaan generasi muda, terutama dalam mendorong mereka menjadi konten kreator yang relevan di era digital.
Model kegiatan yang bersifat top-down dan tertutup justru menciptakan jarak antara organisasi dan kalangan muda yang ingin berkembang di Kecamatan Jasinga.