PORTALBOGOR.COM, LEUWILIANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang di Kabupaten Bogor miliki masalah yang cukup serius dalam sistem pergantian shift jaga yang berakibat pada hilangnya pelayanan pasien.

Berdasarkan hasil survei Budaya Keselamatan Pasien RSUD Leuwiliang yang dilakukan pada tahun 2023 oleh Pascasarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, terungkap adanya penurunan cukup besar yakni sekitar 21,23% dalam efektivitas sistem ini dibandingkan dengan tahun 2022.

Penurunan ini menjadi salah satu indikator masalah utama dalam pengelolaan pelayanan di RSUD Leuwiliang. 

Data survei menunjukkan bahwa hingga 71,20% karyawan RSUD Leuwiliang pada tahun 2023 setuju bahwa informasi penting tentang pelayanan pasien sering hilang selama proses pergantian shift. 

Selain itu, sekitar 60,50% karyawan RSUD Leuwiliang juga melaporkan bahwa pemindahan pasien antar unit kerap menimbulkan masalah terkait informasi pasien.

Masalah dalam sistem pergantian shift jaga dan transfer pasien antar unit memiliki dampak langsung pada efektivitas pelayanan medis. Hilangnya informasi penting selama pergantian shift dapat menyebabkan kesalahan diagnosis, penundaan penanganan, atau bahkan risiko keselamatan pasien RSUD Leuwiliang.

Tidak hanya itu, data insiden keselamatan pasien di RSUD Leuwiliang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. 

Meskipun terjadi penurunan kasus Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dari 7 kasus pada tahun 2022 menjadi 1 kasus pada tahun 2023, jumlah Kejadian Potensial Cedera (KPC) justru meningkat dari 9 kasus menjadi 15 kasus di RSUD Leuwiliang.

Hal ini mengindikasikan adanya potensi risiko yang belum sepenuhnya terkelola dengan baik oleh RSUD Leuwiliang.