PORTALBOGOR.COM, BOGOR – Aktivis sosial Nurdin Ruhendi melontarkan kritik keras terhadap Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, yang dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan legislatif secara maksimal. 

Nurdin Ruhendi menilai lembaga wakil rakyat itu telah kehilangan keberaniannya dalam bersikap tegas terhadap kebijakan eksekutif.

Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada media pada Kamis, 26 Juni 2025, Nurdin menyayangkan tumpulnya peran DPRD dalam menjaga keseimbangan kekuasaan daerah.

Menurutnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan publik, bukan sekadar mengikuti arus kebijakan pemerintah daerah.

“Jangan sampai DPRD hanya jadi 'Ban Serep Bupati'. Ini membahayakan kontrol terhadap anggaran dan kebijakan publik,” tegasnya pada Kamis (26/6).

Kritik tersebut dilontarkan Nurdin setelah melihat kecenderungan DPRD Kabupaten Bogor, khususnya pimpinannya, yang dinilai lebih sibuk mendampingi kepala daerah dalam berbagai acara daripada memperkuat pengawasan terhadap program dan anggaran daerah.

Nurdin Ruhendi menekankan bahwa secara konstitusional, DPRD memiliki tiga tugas utama yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. 

Ketika salah satu fungsi ini diabaikan, maka struktur demokrasi daerah menjadi timpang dan rentan terhadap penyimpangan.

“Jika DPRD tidak menjalankan fungsi pengawasannya secara optimal, maka kebijakan publik akan berjalan tanpa kritik dan tanpa koreksi. Ini membuka celah bagi terjadinya penyimpangan, korupsi anggaran, dan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil atau keluh kesah akar rumput dibawah,” ujar Nurdin Ruhendi.