PORTALBOGOR.COM, CIBINONG – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FKIP Umbara menggelar aksi demonstrasi terhadap kinerja 120 hari Bupati dan Wakil Bupati Bogor didepan kantor Pemkab Bogor pada Jumat, 20 Juni 2025.

IMM FKIP Umbara juga membawa serangkaian tuntutan berbasis data. Mereka menyoroti berbagai persoalan struktural yang belum tersentuh secara substansial oleh Bupati Bogor.

Puluhan mahasiswa yang mengenakan jas almamater marun itu membentangkan poster kritik di gerbang utama kantor pemerintahan. 

IMM FKIP Umbara menilai, selama empat bulan kepemimpinan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor gagal menjawab krisis-krisis fundamental yang terus menghimpit warganya.

Dalam aksinya, IMM FKIP Umbara mengangkat tujuh isu darurat utama yaitu kriminalitas dan kenakalan remaja, pendidikan, kesehatan, agraria, kemiskinan, kesempatan kerja, serta keamanan publik. 

1. Darurat Kriminalitas dan Kenakalan Remaja

Selama 2024, terjadi 1.717 tindak pidana di Kabupaten Bogor, dengan tingkat penyelesaian hanya 60%. Kenaikan kasus kriminal remaja tercatat meningkat pada triwulan I tahun 2025 (Data: Polres Bogor, April 2025).

2. Darurat Pendidikan

Rata-rata lama sekolah (RLS) hanya 8,39 tahun—tertinggal dari rata-rata Provinsi Jawa Barat dan nasional. Program revitalisasi pendidikan dasar baru dimulai tahun ini dan belum menyentuh akar persoalan (BPS dan Diskominfo Bogor, 2025).