PORTALBOGOR.COM.COM, LEBAK GEDONG — Sebanyak 135 kepala keluarga korban bencana banjir dan longsor di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten, masih tinggal di hunian sementara (huntara) yang kondisinya kian memprihatinkan.

Sudah lima tahun lebih sejak bencana terjadi pada 1 Januari 2020, namun janji pemerintah untuk membangun hunian tetap (huntap) belum juga ditepati.

Dilansir portalbogor.com dari kanal youtube SCTV pada Selasa (20/5), bangunan huntara yang awalnya bersifat darurat, kini nyaris menyerupai gubuk reot. Dinding tak beraturan, atap mulai rapuh, dan fasilitas yang tak layak huni menjadi kenyataan sehari-hari bagi para penyintas.

Rasa kecewa pun makin dalam ketika warga menyaksikan nasib berbeda yang dialami korban bencana di wilayah tetangga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pemda Kabupaten Bogor telah membangun hunian tetap yang layak bagi warga terdampak di Kecamatan Sukajaya, hanya beberapa kilometer dari Cigobang.

"Iya saya mah kalau bisa pindah jadi warga di Kabupaten Bogor mending pindah, karena warga tetangga darah kami di Kabupaten Bogor sudah terealisasi... Pemerintah setempat disini hanya janji dan janji saja. Ya sepertinya tidak memanusiakan," ujar Emin, salah satu penyintas yang sudah enam tahun tinggal di huntara.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Raman, warga lainnya yang sudah lima tahun lebih tinggal di lokasi tersebut. Ia menilai pelayanan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten sangat timpang dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Saya tinggal di gubug Huntian Sementara (Huntara) sudah sekitar kurang lebih selama lima bulan, yang jelas kami merasakan perbedaan dari Kabupaten Bogor... sampai sekarang sejauh ini belum ada pembangunan untuk penerima Hunian Tetap tak terealisasikan," tegasnya.

Kondisi ini juga menjadi sorotan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Awaludin. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap ketidakadilan perlakuan terhadap para korban bencana di Kabupaten Lebak.