PORTALBOGOR.COM, GUNUNGSINDUR — Proyek rekonstruksi Jalan Prumpung–Gunungsindur–Cicangkal senilai Rp12 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor menuai sorotan warga.

Pasalnya, coran beton yang baru dikerjakan pada beberapa titik sudah mengalami keretakan meski belum dilalui kendaraan.

Pantauan warga di lokasi menunjukkan sedikitnya empat titik coran jalan mengalami retak memanjang hingga dasar beton, menandakan kualitas pekerjaan yang buruk.

Kondisi ini dikhawatirkan memperpendek usia jalan, terlebih jalur tersebut kerap dilalui kendaraan berat dari kawasan tambang.

"Yang saya lihat, ada sekitar 4 titik coran beton yang retak secara memanjang dan tembus hingga ke dasar beton. Padahal belum dilalui kendaraan bermotor," ujar Ridwan, warga sekitar lokasi proyek, kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Ia menilai, kualitas pekerjaan proyek ini patut diawasi ketat agar tidak menjadi proyek asal jadi yang merugikan masyarakat.

"Sebab jalan ini sering dilalui kendaraan truk tambang. Kalau pekerjaan proyek ini asal-asalan, maka artinya pemerintah sama saja menghancurkan uang pajak rakyat," katanya tegas.

Selain itu, warga juga menemukan dugaan pelanggaran teknis dalam pelaksanaan pekerjaan.

Di sejumlah titik, pelaksana proyek disebut tidak menggunakan rangkaian besi (wiremesh) sebelum melakukan pengecoran.