PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG — Komite Persiapan Pembentukan Kabupaten Bogor Barat (KPP KBB) bersama Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota Indonesia (IAP) menggelar Lokakarya Perencanaan Partisipatif II di Aula Kantor Desa Cigudeg pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dalam proses pematangan rencana pemekaran wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat yang diharapkan segera terealisasi sebelum 2030.
Lokakarya ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis, diantaranya anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Dede Candra, para camat se-Kabupaten Bogor, Kepala Desa Cigudeg, perwakilan Bapenda, KPP KBB, serta para tokoh masyarakat dari 14 kecamatan di Kabupaten Bogor bagian Barat.
Kegiatan difokuskan pada diskusi mendalam dengan metode planning charrette untuk menyusun langkah-langkah konkret menuju pemekaran daerah.
Dalam sambutannya, Dede Candra menegaskan bahwa perjuangan untuk memekarkan Kabupaten Bogor Barat telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
“Ini adalah proses panjang yang membutuhkan komitmen dan sinergi dari semua pihak. Dalam pendekatan partisipatif seperti ini, kita bisa menyepakati langkah-langkah yang konkret untuk mempersiapkan pemekaran," ujarnya yang dikutip dalam sambutan pada Jumat (17/10).
Ia menambahkan, kesiapan infrastruktur, transportasi, dan penguatan ekonomi merupakan aspek krusial yang harus segera dipenuhi.
“Dengan 409 point wilayah administratif yang dimiliki Bogor Barat, kita sangat layak untuk menjadi kabupaten mandiri. Harapannya, sebelum 2030, ketok palu bisa terjadi. Bahkan, jika pemekaran bisa terjadi di tahun 2027," imbuhnya.
Dari sisi teknis, Direktur Program IAP Nasional, Sofi, menyampaikan bahwa pihaknya kini masuk pada tahap mikro perencanaan dengan pendekatan berbasis potensi lokal.