PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG – Dugaan pencemaran Sungai Cikalong oleh PT Perkebunan Nusantara IV dan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN) semakin memicu kemarahan publik.
Klarifikasi sepihak yang disebarkan melalui media lain justru memperburuk situasi karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan.
Tokoh masyarakat Desa Mekarjaya, Abah Rawing, membantah keras klaim yang disampaikan oleh perusahaan dan kepala desa.
Ia menyebutkan bahwa pemberitaan tersebut hanyalah rekayasa tanpa dasar yang jelas.
"Yang dibuat di berita oleh media tersebut hanya rekayasa perusahaan dan Kepala Desa dan entah dimana tau," tegas Abah Rawing pada Sabtu (26/04).
Ia menambahkan, keluhan masyarakat terhadap pencemaran sungai nyata adanya.
Akibat limbah yang mencemari aliran Sungai Cikalong, warga tidak lagi bisa menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, Abah Rawing mengaku harus mengeluarkan dana pribadi untuk membantu masyarakat.
"Saya yang banyak datangi masyarakat yang mengeluh tidak bisa mengunakan air dari sungai Cikalong akibat tercemar limbah PT. PTPN sampai-sampai saya membeli pompa air jet pam yang seharusnya tanggung jawab Kepala Desa karena ini masyarakatnya, nyatanya (malah sebaliknya) Kepala Desa dan PT. PTPN sampai saat ini tidak ada tanggung jawabnya," ujarnya.