PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG – Kepala Sekolah SMK Anak Bangsa, Heri, akhirnya angkat suara terkait mencuatnya tudingan dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyeret nama sekolahnya.
Dugaan itu sebelumnya memicu ratusan wali murid mendatangi halaman SDN 02 Lebakwangi, SMP Yapansa, dan SMK Anak Bangsa di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, sejak pekan lalu.
Dalam klarifikasinya pada Kamis (23/10/2025), Heri menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menyelewengkan dana bantuan PIP.
Kepala Sekolah SMK Anak Bangsa itu juga menjelaskan, protes wali murid hadir setelah beredarnya data penerima bantuan PIP dari tahun 2018 hingga 2025 yang menunjukkan sejumlah nama siswa belum menerima dana tersebut.
“Jadi wali murid ini mendapat informasi share-an penerima Dana Bantuan PIP data tahun 2018 sampai 2025. Nah, didata share-an itu memang ada siswa dari situ yang belum pernah terealurakan. Kami sudah klarifikasi kepada wali murid, dan prinsipnya pihak sekolah siap bertanggung jawab untuk segera menyalurkan dana bantuan PIP tersebut,” ujar Heri yang dikutip dari laman portalsiber.id pada Kamis (23/10).
Heri menambahkan, setelah dilakukan verifikasi, sebagian dana bantuan memang telah dikembalikan secara otomatis ke negara karena tidak diambil oleh penerima dalam batas waktu aktivasi yang telah ditentukan.
“Setelah itu kami verifikasi datanya, dan ada beberapa data juga setelah kami lakukan verifikasi itu ternyata dana Bantuan PIP-nya sudah dikembalikan ke negara itu secara otomatis, dan kami tidak sama sekali memotong. Kami secara transparan kepada wali murid anaknya yang menerima bantuan dana PIP tersebut,” jelasnya.
Menurut Heri, lonjakan kedatangan wali murid yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan ketidaksiapan pihak sekolah dalam mengatur jadwal.

Namun ia memastikan, kini penyaluran dilakukan secara terjadwal dengan sistem antrean maksimal 50 orang per hari.