PORTALBOGOR.COM, CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor mengklaim terjadi penurunan angka kemiskinan ekstrem di wilayah Bumi Tegar Beriman sepanjang tahun 2024. 

Namun, penurunan ini juga menyoroti pentingnya pembaruan dan pemadanan data penerima manfaat agar penanganan menjadi lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Farid Ma’rup, menyampaikan bahwa angka kemiskinan ekstrem mengalami perbaikan tipis, dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 7,02 persen.

“Saya sampaikan bahwa penurunan di angka dari 7,5 jadi 7,02. Jadi, lumayanlah (penurunannya),” ujar Farid Ma’rup kepada wartawan, Sabtu (3/5/2025).

Meski mengapresiasi adanya tren positif, Farid mengakui bahwa penurunan ini baru mencerminkan permukaan dari persoalan yang lebih kompleks. 

Salah satu tantangan utamanya adalah sinkronisasi data antara kategori keluarga miskin secara umum dan yang benar-benar masuk dalam kategori ekstrem.

Saat ini, berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinsos, terdapat sekitar 6.000 kepala keluarga (KK) miskin di Kabupaten Bogor.

Namun, hanya sekitar 2.000 KK yang tercatat sebagai penerima bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan status kemiskinan ekstrem.

“Kalau kemiskinan berdasarkan data kita ada sekitar 6.000 KK, tapi ketika sudah dipadankan dengan data penerima PKH kemiskinan ekstrem yang masuk di program PKH itu ada sekitar 2.000 KK,” ucapnya.