PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG – Dibalik tenangnya aliran Sungai Cikalong, tersimpan keresahan yang kian menumpuk. Sungai yang selama ini menjadi nadi kehidupan warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, berubah drastis—warna air tak lagi jernih, bau menyengat tercium dari kejauhan, dan rasa gatal muncul tiap kali digunakan.
Ada yang berubah, dan warga yakin bahwa ini bukan sekadar fenomena alam. Warga menyebut dua nama besar—PT Perkebunan Nusantara IV dan PTPN I—yang beroperasi disekitar kawasan.
Dugaan pencemaran lingkungan mulai mencuat sejak perubahan warna air dan bau menyengat muncul berbulan-bulan lalu.
Tapi, tak ada penjelasan. Tak ada klarifikasi. Yang ada hanya keheningan korporat dan keputusasaan warga.
“Air berubah warna, baunya menyengat, dan bikin gatal,” keluh salah seorang warga pada Kamis (24/4) yang hingga kini tak berani lagi mencuci di sungai yang dulu bersih.
Jejak Limbah yang Tak Terjawab
Tim jurnalis mencoba menelusuri dugaan ini. Titik awalnya yaitu mengecek lokasi sungai di bagian hilir dari aktivitas industri perusahaan.
Terlihat aliran air yang keruh, dengan endapan kehitaman di beberapa titik. Tak jauh dari lokasi, pabrik milik PTPN masih beroperasi.

Namun ketika ditanya soal pembuangan limbah atau pengolahan air, tidak ada yang memberi akses atau jawaban yang jelas.