PORTALBOGOR.COM, KOTA BOGOR – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Terbuka (UT) Bogor menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran gagal total dan menjadi potret buram dari satu tahun kinerja pemerintahan.

Program yang digadang sebagai solusi peningkatan gizi masyarakat justru menimbulkan kasus keracunan massal disejumlah daerah.

Ketua Umum HMI Komisariat UT Bogor, M. Alvian Muzakhi Al Kalili, menyebut kegagalan program MBG tidak hanya disebabkan oleh persoalan teknis, melainkan karena lemahnya tata kelola kebijakan publik di bawah pemerintahan saat ini.

“Kami melihat program ini dijalankan secara tergesa-gesa dan tidak disertai dengan sistem pengawasan yang kuat. Dominasi yayasan pelaksana yang over power membuat banyak aspek penting seperti transparansi, kualitas bahan pangan, dan akuntabilitas anggaran menjadi terabaikan,” ujar M. Alvian Muzakhi Al Kalili yang dikutip dari Press Release HMI Komisariat UT Bogor pada Selasa (21/10).

Menurut Alvian, dominasi yayasan pelaksana program bahkan hingga menentukan vendor penyedia bahan baku telah membuka ruang penyimpangan dan praktik monopoli.

Vendor, kata dia, tidak lagi bekerja secara profesional karena merasa aman dibawah perlindungan yayasan.

Akibatnya, bahan makanan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah banyak yang tidak layak konsumsi dan berujung keracunan.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk nyata dari kegagalan manajemen program nasional,” tambahnya.

Ketum HMI Komisariat UT Bogor itu juga menilai, kegagalan MBG memperlihatkan bahwa pemerintah lebih fokus pada pencitraan ketimbang perencanaan matang.