PORTALBOGOR.COM, CIGUDEG - Enam tahun pasca bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah barat Kabupaten Bogor pada 2020, proses pemulihan di Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, dan Jasinga masih jauh dari tuntas.

Pesan terbuka dari jurnalis daerah Dede Surya menegaskan bahwa normalisasi Sungai Cidurian serta perbaikan infrastruktur belum menunjukkan perkembangan berarti meski kerusakan terus mengancam kehidupan warga.

Kerusakan di bantaran Sungai Cidurian telah menghancurkan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat.

Hingga kini, warga menilai bahwa belum ada langkah konkret dari pemerintah dalam mengatasi kerusakan yang berlangsung berkepanjangan.

Kondisi ini meninggalkan dampak ekonomi yang berat bagi keluarga petani dan pekebun yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

“Lahan warga, sawah, dan perkebunan rusak. Mereka menunggu negara hadir, bukan hanya melalui janji,” ujar Dede dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2025 pada Senin (10/11).

Dibeberapa wilayah hulu seperti Desa Urug dan Harkatjaya Kecamatan Sukajaya, program irigasi dilaporkan sudah berjalan. Namun sejumlah desa di Kecamatan Cigudeg dan Jasinga masih belum tersentuh pemulihan.

Desa Suakaraksa, Sukamaju, Bunar, dan Mekarjaya di Cigudeg serta Kalong Sawah, Sipak, Pamagarsari, Jasinga, dan Koleang di Jasinga masih menunggu tindak lanjut nyata.

Selain persoalan sungai, kerusakan jembatan memperberat akses warga.