PORTALBOGOR.COM, KOTA BOGOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai kritik tajam dari HMI Badko Jakarta Jawa Barat melalui aksi yang digelar didepan Istana Bogor pada Rabu, 14 Mei 2025.
Aksi tersebut dilakukan HMI MPO Badko Jakarta Jawa Barat usai rangkaian kasus keracunan massal menimpa ratusan siswa sekolah diberbagai daerah.
Protes HMI MPO Badko Jakarta Jawa Barat dalam aksi demonstrasi dilayangkan atas dugaan monopoli distribusi bahan makanan yang diduga menjadi akar permasalahan buruknya kualitas pangan.
Program MBG yang seharusnya menjadi langkah strategis untuk mengurangi angka stunting dan memperbaiki kecerdasan generasi muda justru dinilai HMI MPO Badko Jakarta Jawa Barat telah gagal menjalankan fungsinya.
Dalam pernyataan resminya, HMI MPO Badko Jakarta Jawa Barat menyebut program ini telah berubah arah menjadi skema distribusi makanan berisiko tinggi, menyusul munculnya kasus keracunan massal di lebih dari sepuluh wilayah Indonesia.
Data dari sejumlah media menyebutkan bahwa sejak Januari hingga Mei 2025, sedikitnya 1.086 siswa mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
Kasus terbaru terjadi di Bogor pada 10 Mei, dimana 210 siswa dilaporkan keracunan. Daerah lain seperti Cianjur, Bandung, Sumba Timur, hingga Bombana di Sulawesi Tenggara turut mencatatkan kasus serupa.
Ketua HMI Badko Jakarta Jawa Barat, Asep Maulana, menyampaikan bahwa temuan mereka menunjukkan adanya dugaan kuat praktik monopoli suplayer oleh oknum aparat yang menyebabkan penurunan mutu bahan baku makanan.

"Berdasarkan kajian kami, keracunan di berbagai wilayah ini terjadi karena ada dugaan monopoli suplayer yang dilakukan oknum aparat sehingga mutu bahan baku tidak berkualitas,” tegas Asep saat aksi unjuk rasa pada Rabu (14/5).