PORTAL BOGOR, Tangerang — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memaparkan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) tahun 2025 dalam kegiatan penilaian Dokumen Perencanaan Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (23/10/2025). 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty.

Agenda tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan arah pembangunan kesehatan di Kabupaten Bogor selaras dengan kebijakan nasional, guna mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, dr. Fusia Meidiawaty menjelaskan gambaran umum fasilitas dan sumber daya kesehatan yang dimiliki Kabupaten Bogor. 

Ia menyebut, terdapat 101 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas, 1 Laboratorium Kesehatan Daerah kelas A, 1 Klinik utama rawat jalan Parung, serta 1 Public Safety Center (PSC) yang menjadi bagian dari jaringan layanan kesehatan daerah.

Selain itu, Kabupaten Bogor juga memiliki empat rumah sakit daerah (RSUD), yakni RSUD Bakti Pajajaran (Cibinong), RSUD dr. K.H. Idham Chalid (Ciawi), RSUD R. Moh. Noh Nur (Leuwiliang), dan RSUD RH. Satibi (Cileungsi).

Lebih lanjut, dr. Fusia mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan Kabupaten Bogor mencapai 15.049 orang pada tahun 2024, yang terdiri dari 5.898 orang di fasilitas non-pemerintah daerah. 

Sementara itu, tenaga kesehatan di puskesmas sebanyak 2.781 orang tersebar di 101 puskesmas. 

Namun, baru 39,60 persen puskesmas yang memenuhi standar 9 jenis tenaga kesehatan, dan hanya 9,90 persen yang memenuhi jenis serta jumlah tenaga kesehatan sesuai ketentuan nasional.