PORTALBOGOR, Cibinong - Ratusan kepala desa (Kades) di Kabupaten Bogor resah. Hal ini menyusul adanya program Pojok Baca yang digagas APDESI dan DPMD Kabupaten Bogor.

Dalam program Pojok Baca tersebut, para kades dipaksa untuk membeli paket buku seharga Rp 25 juta.

Kondisi ini tentu saja sangat memberatkan para kepala desa, karena mereka harus memutar otak mencari sumber anggarannya.

"Dalam rapat di Hotel Akram, kepala desa tidak ada paksaan. Boleh membeli, boleh tidak. Dan tidak harus seharga Rp 25 juta, bisa juga kurang dari itu," kata salah satu kades yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemaksaan untuk membeli paket buku seharga Rp 25 juta tersebut terbukti dengan dikirimnya buku dan rak buku ke desa-desa.

"Paket buku tersebut saat ini sudah mulai dikirim ke desa-desa, padahal desa tidak memesan buku tersebut. Ini kan artinya kades mau nggak mau harus bayar buku tersebut," jelasnya.

Dia mengatakan, program Pojok Baca ini sendiri tidak masuk dalam APBDes yang sudah diketok palu, sehingga tidak mungkin dianggarkan dari dana desa.

"Kalau dipaksakan menggunakan dana desa, itu tidak mungkin. Karena APBDes sudah ketok palu. Nanti kita bakal diperiksa oleh APH. Kita nggak mau diperiksa APH," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Bogor Reynaldi yang dikonfirmasi Portal Group tidak juga kunjung memberikan jawaban.