PORTALBOGOR.COM, RUMPIN - Tragedi kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua nyawa dan menyebabkan satu korban luka berat di Jalan Raya Prada Samlawi, Desa Rumpin, menjadi pemicu keresahan warga yang dinilai karena minimnya penerangan jalan umum (PJU) disejumlah titik utama jalan.
Warga Rumpin menilai ketiadaan lampu jalan sebagai salah satu faktor utama yang memperparah kondisi lalu lintas, terutama di wilayah padat aktivitas kendaraan tambang.
Situasi jalan yang gelap di malam hari membuat pengendara rentan kecelakaan. Apalagi, keberadaan truk tambang di Rumpin yang sering parkir sembarangan menambah risiko.
Warga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi ini, yang dianggap telah berlangsung lama di Rumpin tanpa respons memadai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor.
"Di lokasi kejadian kecelakaan semalam itu memang sangat minim lampu PJU. Jalan raya jadi sangat gelap. Ditambah lagi banyak kendaraan tambang yang mogok dan parkir sembarangan," ujar Hendrik, warga Desa Rumpin, Minggu (15/6).
Keluhan soal kurangnya lampu PJU bukan hanya datang dari warga. Kepala Desa Rumpin, Robi Setiawan menilai pentingnya penambahan fasilitas penerangan di jalur utama.
Menurut Kepala Desa Rumpin, penerangan jalan tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tapi juga mencegah tindak kriminal yang marak terjadi di area gelap.
"Karena penerangan jalan raya sangat dibutuhkan agar meminimalisir potensi kecelakaan dan tindak kejahatan," kata Robi Setiawan.
Ketua KNPI Rumpin, Munjir Tamam, mengungkapkan bahwa kondisi serupa juga terjadi di sejumlah ruas jalan lain seperti Lapan, Cikoleang, dan Cicangkal.