PORTALBOGOR.COM, NANGGUNG - Polemik penundaan relokasi Puskesmas Curugbitung di Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, kembali mencuat.

Warga kecewa setelah mengetahui bahwa rencana pemindahan fasilitas kesehatan yang sudah lama dinantikan itu kembali tertunda hingga tahun anggaran 2026.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor berdalih, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama dibalik penjadwalan ulang proyek tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Fusia, menyampaikan bahwa relokasi Puskesmas Curugbitung sebenarnya telah menjadi bagian dari rencana prioritas sejak lama, bahkan dibahas dalam forum Musrenbang dan dokumen usulan RKPD. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat pelaksanaannya harus menunggu.

“Relokasi Puskesmas Curugbitung bukan hal baru. Ini sudah masuk dalam rencana kerja Dinas Kesehatan sejak lama dan telah dibahas dalam forum Musrenbang maupun usulan RKPD. Namun realisasinya sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah,” kata dr. Fusia, dikutip dari akun Instagram resmi Pemkab Bogor pada Rabu (11/6).

Dalam revisi anggaran parsial tahap pertama tahun ini, Pemkab Bogor melakukan evaluasi ulang terhadap semua kegiatan pembangunan, termasuk sektor kesehatan.

Rasionalisasi ini berdampak pada penundaan sejumlah proyek, seperti pengadaan lahan dan rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Bukan dibatalkan, tapi dijadwalkan ulang. Ini bagian dari manajemen fiskal yang sehat. Anggaran harus dikelola sesuai skala prioritas yang dinamis dan kemampuan keuangan aktual,” tegas dr. Fusia.

Meskipun demikian, Dinkes Kabupaten Bogor mengklaim tetap berkomitmen untuk memperjuangkan relokasi tersebut dalam penyusunan RKPD dan KUA-PPAS tahun anggaran 2026.